gelar untuk d3 teknik
samaaja si ya cuman ya bedanya di tittel alias gelar. rata2 d3 sm d4 itu sama kok tujuan utama mereka kan lulusan yang siap dalam dunia kerja bukan cuman teoritis. saya udah cukup jelas loh jelasin gelar untuk D3 D4 atau pun S1, gelar D4 itu SST :) kalo saran saya si kesehatan lingkungan masuk K3 aja si soalnya masih bersinggungan.
TeknikMesin. SARJANA SAINS TERAPAN (S.ST.) Bachelor of Applied Science. 8. Manajemen Bisnis Pariwisata. D4. Manajemen Bisnis Pariwisata. SARJANA TERAPAN PARIWISATA (S.Tr.Par) Bachelor of Applied Science.
D3atau Ahli Madya (A.Md.) Ahli Madya (A.Md) atau disebut juga Diploma III. Pendidikan program ini ditempuh selama 3 tahun. Daftar Gelar Diploma 3 (D3): c. D2 atau Ahli Muda (A.Ma.) Ahli Muda (A.Ma) atau disebut juga Diploma II. Lama pendidikan progam ini selama 2 tahun. d. D1 atau Ahli Pratama (A.P.) Pendidikan program ini ditempuh selama 1 tahun.
Apabiladi atas kita telah sedikit membahas penulisan gelar untuk sarjana, sekarang kita belajar cara penulisan gelar Amd atau setara diploma 3. Sebelum belajar penulisan gelar amd, berikut ada beberapa daftar gelar diploma 3 yang wajib kalian ketahui : Ahli Madya = A.Md. Ahli Madya Kebidanan = A.Md.Bid; Ahli Madya Keperawatan = A.Md.Per.
AssociateDegree (D2/D3) Pada dasarnya, pendidikan Diploma sama dengan Sarjana dalam hal jenjang lanjutnya setelah SMA atau sederajat. Bedanya, tentu saja dalam hal gelar dan lama kuliahnya. Mengambil jenjang Diploma Psikologi berarti kamu akan menyelesaikan kuliah dalam kurun waktu dua atau tiga tahun tanpa gelar.
Eine Frau Nach Einem Treffen Fragen. Jakarta - Tidak hanya sarjana, program kuliah D3 juga dapat menjadi pilihan studi bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Program D3 ini lebih mengarahkan mahasiswanya untuk mempersiapkan diri dalam dunia itu, siswa yang hendak melanjutkan pilihan studi ke jenjang D3 juga perlu memperkaya informasi dengan memahami jurusan tujuan dan prospek kerjanya dari masing-masing laman kampus yang membuka program D3, berikut sejumlah jurusan D3 lengkap dengan beragam peluang D3 InformatikaMengutip laman Maseom University, jurusan D3 Informatika cenderung mempelajari penerapan logika matematika dalam pengelolaan informasi. Terutama menggunakan teknologi tiap perguruan tinggi mungkin menawarkan mata kuliah yang berbeda-beda, namun pada intinya mahasiswa D3 Informatika akan dibekali ilmu dari berbagai fungsi logika, pemrograman bahasa sederhana sampai tingkat tinggi, metode numerik, teknik komputasi, jaringan komputer, dan lainnya yang berhubungan dengan hardware maupun software itu, prospek karier dari lulusan D3 Informatika dapat bekerja di bagian Full Stack Developer, Programmer, hingga Front End Developer. Profesi full stack developer biasanya ditugaskan dalam mengembangkan semua pekerjaan termasuk database, server, sistem engineering, maupun bagian dari sisi programmer, nantinya bertanggung jawab dalam membuat program dalam bentuk desktop programming, web programming, atau pun mobile programming. Sementara itu, front end developer adalah seorang programmer yang bertugas untuk mengerjakan program yang langsung dilihat oleh D3 AkuntansiAkuntansi merupakan salah satu bidang yang selalu dibutuhkan dalam berjalannya suatu perusahaan atau instansi. Pasalnya, mahasiswa Akuntansi mempelajari tentang keuangan, pelaporan informasi keuangan organisasi, hingga akuntansi data akuntansi juga dapat digunakan sebagai sumber untuk menentukan keputusan perusahaan. Terlebih, menurut laman Universitas BSI, D3 akuntansi juga ada yang mempelajari tentang perpajakan, audit, dan pelaporan pentingnya peran akuntansi di berbagai bidang industri, lulusan D3 Akuntansi memiliki peluang karir yang cukup luas sebagai teknisi akuntansi perusahaan di berbagai sektor industri baik jasa, ritel, manufaktur maupun di instansi itu, lulusan juga dapat berkarir sebagai teknisi akuntansi di bidang pengauditan, perpajakan, serta sebagai pelaku usaha entrepreneur. Prospek karir lulusan D3 Akuntansi selengkapnya di antaranyaAccounting officer atau staf akuntansiTax Officer atau staf pajakAccount Officer A/R, A/P, dll atau staf akun tertentuBudgeting Officer atau staf anggaranJunior, Senior Auditor, atau anggota pemeriksa teknisDatabase AdministratorERP Administrator3. D3 BroadcastingDi beberapa perguruan tinggi, D3 Broadcasting masuk dalam ranah Ilmu Komunikasi. Namun, ada pula sejumlah kampus yang membuka jurusan Broadcasting agar yang dipelajari lebih dari D3 Broadcasting dituntut untuk mempelajari tentang teori dan praktik untuk menciptakan program yang akan disiarkan pada media massa seperti televisi, radio, ataupun media sosial. Penyiaran memiliki beberapa fungsi mulai dari penyampaian informasi hingga itu, dikenalkan pula beberapa ilmu dan keahlian seperti kreativitas, teori dan keterampilan komunikasi secara umum, kemampuan riset dan observasi, kemampuan teknis di bidang broadcasting dan kemampuan bekerja tim. Adapun peluang kerja dari D3 Broadcasting di antaranya yakniKameramen TVEditorSutradaraScript WriterFloor DirectorAudiomanJurnalis TVLighting DirectorArt DirectorSwitcherAnimatorTV Graphic DesignerNah, di antara jurusan D3 di atas, ada yang sesuai dengan minat detikers enggak nih? Simak Video "Evakuasi Bayi di Tengah Kobaran Api Kapal Terbakar di Kupang" [GambasVideo 20detik] rah/faz
Selain dilanda kebingungan tentang jurusan kuliah yang akan dipilih, beberapa pelajar juga merasa bimbang mengenai jenjang kuliah. Sebab, seperti yang kamu ketahui, banyak sekali jenjang yang tersedia di kampus, seperti D3 dan S1. Pilih Kuliah D3 atau S1? Nah, biar kamu bisa mempertimbangkan jenjang mana yang paling tepat untukmu, kita pahami sama-sama yuk tentang perbedaan D3 dan S1 sekaligus persamaannya. Perbedaan Kuliah D3 dan S1 Tentunya terdapat perbedaan antara jenjang D3 dan S1, mulai dari perbedaan materi, durasi perkuliahan, biaya kuliah, dan sebagainya. Supaya nggak semakin penasaran, berikut adalah perbedaan D3 dan S1 1. Perbedaan materi yang diajarkan Perbedaan mendasar S1 dan D3 terletak pada materi yang diajarkan. Yup, jika S1 menitikberatkan pembelajaran pada teori, pada jenjang D3 kamu akan lebih sering bertemu dengan pembelajaran yang berfokus pada praktik. Lalu, materi yang diajarkan di S1 cenderung lebih luas, sementara di D3 kamu akan difokuskan pada satu bidang tertentu. Oleh karena itu, menjadi mahasiswa S1 artinya kamu harus rajin-rajin membaca dan sanggup untuk duduk belajar berlama-lama. Apalagi, di akhir masa perkuliahan, mahasiswa S1 wajib menyusun skripsi yang membutuhkan keterampilan literasi cukup baik. Meskipun demikian, bukan berarti mahasiswa D3 nggak perlu memiliki keterampilan literasi ya. Sebab, pada program ini kamu tetap bertemu dengan pembelajaran teori, hanya saja porsinya memang lebih sedikit. Selain itu, kamu pun juga diwajibkan untuk menulis laporan tugas akhir pada akhir masa studi. 2. Masa perkuliahan Selanjutnya, perbedaan S1 dan D3 juga terletak pada durasi perkuliahannya. Jika kamu memilih program S1, maka Quipperian membutuhkan waktu 4 tahun. Hal ini disebabkan karena kamu diharuskan untuk menulis skripsi penelitian yang memerlukan cukup banyak waktu. Sementara, program D3 dapat ditempuh dengan waktu tiga tahun, serta nggak perlu menyusun skripsi penelitian. Namun ingat ya, kamu harus tetap mengerjakan laporan tugas akhir. Apa sihbedanya tugas akhir dan skripsi? Tugas akhir berdasarkan pada hasil Praktik Kerja Lapangan PKL, sedangkan skripsi didasarkan dari informasi yang diperoleh dari buku, jurnal, keadaan lapangan, maupun penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. 3. Tipe Pengajar Umumnya dosen-dosen yang mengajar pada jenjang S1 umumnya dikenal lebih aktif dalam melakukan riset penelitian dan menerbitkan berbagai jurnal. Sementara pada jenjang D3, kamu akan dibimbing oleh para praktisi yang bekerja aktif dalam bidang yang diampu. Sebagai contoh, terdapat wartawan aktif di media ternama yang juga mengajar di Jurusan Broadcasting. 4. Perbedaan biaya kuliah Jenjang S1 dan D3 juga memiliki perbedaan dalam hal biaya kuliah. Untuk program D3, biaya yang harus dikeluarkan cenderung lebih mahal dibandingkan S1. Hal ini disebabkan karena pembelajaran D3 membutuhkan fasilitas tertentu, seperti peralatan, laboratorium, dan lainnya guna menunjang pembelajaran praktik. Sebagai contoh, biaya kuliah program D3 semua program studi di Universitas Indonesia UI mencapai per semester dan uang pangkal Sementara jika kamu mengambil program S1 Reguler di UI, maka biaya untuk rumpun sains teknologi sebesar Rp0 hingga per semester dan rumpun humaniora Rp0 hingga per semester. 5. Gelar yang diperoleh Setelah berhasil menyelesaikan perkuliahan, lulusan D3 akan menyandang gelar Ahli Madya sedangkan lulusan S1 akan memperoleh gelar Sarjana. Misalnya, kamu mengambil Jurusan Manajemen Pemasaran dengan program D3, maka gelar yang didapat adalah Ahli Madya Manajemen Lalu, kalau kamu mengambil S1 Manajemen, kamu akan memperoleh gelar Sarjana Manajemen Quipperian, itulah berbagai perbedaan dari jenjang D3 dan S1. Nah, selain perbedaan ternyata keduanya juga memiliki persamaan, lho. Kira-kira apa aja ya? Persamaan D3 dan S1 Meskipun terdapat beberapa perbedaan, akan tetapi bukan berarti program S1 dan D3 menjadi saingan ya. Kedua program tersebut sama-sama baik, sehingga bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Kemudian, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut, kamu juga perlu mengetahui persamaan dari D3 dan S1, sebagai berikut 1. Sama-sama memiliki prestise Banyak orang berpendapat bahwa gelar D3 merupakan gelar yang nanggung’ untuk dipilih, sebab stratanya hanya setingkat di atas SMA dan masih di bawah S1. Padahal nggak gitu lho konsepnya. Ya, prestise mahasiswa tentu nggak ditentukan oleh jenjang kuliahnya, melainkan bagaimana kamu menjalankan perkuliahan tersebut. Jika kamu merupakan mahasiswa D3 dengan segudang prestasi yang telah dipupuk sejak awal kuliah, serta aktif dalam organisasi dan kegiatan lainnya, kamu pun akan terlihat bernilai di mata orang lain. Sementara itu, kalau kamu memilih S1 tanpa memiliki pengalaman yang mumpuni, nggak menutup kemungkinan kamu akan kehilangan prestise. 2. Memiliki peluang kerja yang sama Selain terdapat perbedaan, jenjang S1 dan D3 juga memiliki persamaan berupa peluang kerja yang sama. Oleh karena itu, sebagai lulusan D3 kamu tidak perlu merasa minder. Apalagi, lulusan D3 memang dipersiapkan untuk terjun langsung ke dunia kerja. Hal inilah yang membuat pembelajaran D3 lebih berfokus pada praktik. Untuk kamu yang memilih program S1, tentunya kamu juga memiliki peluang kerja yang luas. Sebelum lulus kuliah, untuk mengasah serta menerapkan ilmu yang telah dipelajari, kamu bisa mengikuti program magang di berbagai perusahaan. Gimana, nih Quipperian? Setelah mengetahui perbedaan serta persamaan antara D3 dan S1, apakah kamu sudah bisa menentukan jenjang yang akan dipilih? Tentukan Jenjang yang Tepat Berdasarkan berbagai penjelasan di atas, dapat kamu ketahui bahwa jenjang S1 dan D3 nggak memiliki banyak perbedaan yang signifikan. Oleh karena itu, keduanya sama-sama bisa dipertimbangkan, tergantung minat dan tujuan kamu ke depannya. Jika kamu ingin mendalami suatu keterampilan dan ingin segera bekerja, kamu bisa mengambil program D3 yang dapat diselesaikan dalam 3 tahun. Selain itu, kalau kamu termasuk tipe orang yang lebih suka pembelajaran praktik untuk menguasai keahlian tertentu, D3 bisa menjadi pilihan yang tepat. Sebaliknya, bagi kamu yang lebih tertarik dengan pembelajaran teori dan memiliki tingkat konsentrasi tinggi, S1 bisa menjadi pilihan yang tepat. Quipperian, itulah berbagai serba-serbi mengenai D3 dan S1 yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan. Jangan lupa untuk memilih sesuai minat dan kebutuhanmu ya! Jadi, kamu pilih kuliah D3 atau S1?
gelar sarjana, Photo by John Diez from Pexels Setelah lulus kuliah S1 nanti, Sobat Pintar bakal memperoleh gelar Sarjana. Bahkan sebenarnya bukan hanya lulusan S1 yang berhak memperoleh gelar. Mereka yang lulus dari Program Diploma, mulai D1 sampai D4, pun berhak atas gelarnya masing-masing. Nah, bagaimana cara menulis gelar yang bermacam-macam itu? Yuk, kita pelajari. Gelar D1 sampai D3 Photo by Pexels on Pixabay Penulisan gelar yang benar bagi lulusan Diploma adalah di belakang nama orang. Berikut contoh penulisan nama dan gelar yang benar menurut EYD untuk lulusan program vokasi. Ahli Pratama Gelar lulusan D1 adalah Ahli Pratama, disingkat Beberapa gelar dan kepanjangan misalnya - Ahli Pratama Komputer = - Ahli Pratama Pelayaran = Pel. - Ahli Pratama Pariwisata = Cara menulis gelar Ahli Pratama adalah menambahkan singkatan gelar setelah nama, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh Budi Burhanudin, Ahli Muda Gelar lulusan D2 adalah Ahli Muda, disingkat Beberapa gelar dan kepanjangan yaitu - Ahli Muda Pendidikan Sekolah Dasar = - Ahli Muda Pelayaran = Pel. - Ahli Muda Pengujian Kendaraan Bermotor = Cara menulis gelar Ahli Muda adalah menambahkan singkatan gelar setelah nama, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh Budi Burhanudin, Ahli Madya Gelar lulusan D3 adalah Ahli Muda, disingkat Beberapa gelar dan kepanjangan ialah - Ahli Madya Kebidanan = - Ahli Madya Perpajakan = - Ahli Madya Lalu Lintas Angkutan Jalan = Cara menulis gelar Ahli Madya adalah menambahkan singkatan gelar setelah nama, dipisahkan dengan tanda koma. Contoh Budi Burhanudin, Gelar D4 atau Sarjana Terapan Photo by DarkoStojanovic on Pixabay Singkatan gelar Sarjana Terapan atau lulusan D4 adalah diikuti dengan inisial bidang. Macam-macam gelar Sarjana Terapan yaitu Gelar-Gelar Sarjana Terapan Singkatan Gelar Sarjana Terapan Sarjana Terapan Keperawatan Sarjana Terapan Kepolisian Sarjana Terapan Teknik Sarjana Sains Terapan Pemerintahan Sarjana Sains Terapan Pertahanan Sarjana Terapan Pertahanan Sarjana Terapan Transportasi Darat Penulisan gelar Sarjana Terapan sama seperti cara menulis gelar sebelumnya, yaitu ditambahkan di belakang nama dan dipisahkan dengan tanda koma. Contoh penulisan gelar Sarjana Terapan Budi Burhanudin, Gelar Sarjana S1 Photo by bzak on Pixabay Hingga tahun 1993, penulisan gelar Sarjana ada tiga. Pertama, Doktorandus Drs. untuk lulusan S1 ilmu sosial, IPA, matematika, seni, dan pendidikan. Kedua, Doktoranda Dra. untuk perempuan lulusan S1 di bidang ilmu yang sama. Ketiga, Insinyur Ir. lulusan S1 bidang keteknikan, kehutanan, pertanian, perikanan, maupun sains terapan. Gelar-gelar Sarjana tersebut pada masa itu dituliskan di depan nama tanpa dipisah tanda koma. Contoh Drs. Budi Burhanudin atau Ir. Soekarno. Penulisan gelar Sarjana ini kemudian berubah menjadi seperti yang kita ketahui sekarang. Berikut sebagian saja dari macam-macam gelar Sarjana yang ada di Indonesia Gelar-Gelar Sarjana Singkatan Gelar Sarjana Sarjana Teknik Mekatronika Sarjana Teknik Mesin Sarjana Teknik Perminyakan Sarjana Teknik Otomotif Sarjana Teknik Elektronika Sarjana Teknik Geofisika Sarjana Teknik Industri Sarjana Teknik Informatika Sarjana Ilmu Komputer Sarjana Sistem Informasi Sarjana Biologi Sarjana Geologi Sarjana Kimia Sarjana Matematika Sarjana Statistika Sarjana Pendidikan Luar Sekolah Sarjana Manajemen Pendidikan Sarjana PGPAUD Sarjana PGSD Sarjana Pendidikan Matematika Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia Sarjana Pendidikan Geografi Sarjana Bimbingan Konseling Sarjana Psikologi Sarjana Desain Komunikasi Visual Sarjana Seni Rupa Sarjana Seni Tari Sarjana Akuntansi Sarjana Ilmu Ekonomi Sarjana Manajemen Sarjana Farmasi Sarjana Ilmu Gizi Sarjana Kedokteran Gigi Sarjana Kedokteran Hewan Sarjana Kedokteran Sarjana Arkeologi Sarjana Ilmu Sejarah Sarjana Sastra Jawa Sarjana Sastra Prancis Gelar Sarjana, diikuti dengan inisial bidang, dituliskan setelah nama dan dipisahkan dengan tanda koma. Contoh Budi Burhanudin, Bila Budi melanjutkan pendidikan profesi dokter, maka gelar yang akan diperolehnya adalah dr. Budi Burhanudin, Gelar profesi yang lain contohnya Ns. Ners untuk perawat, Apt. Apoteker untuk apoteker, atau Psi. Psikolog untuk psikolog. Contoh penulisan gelar Sarjana yang lain Budi Burhanudin, Bila Budi melanjutkan kuliah S2 di bidang humaniora lagi, penulisan gelarnya berurutan S1 dulu kemudian diikuti dengan gelar S2. Contoh penulisan 2 gelar yang benar Budi Burhanudin, Bila Budi lulus S2 di bidang seni, penulisan gelarnya menjadi Budi Burhanudin, Jika Budi melanjutkan kuliah hingga S3, cara menulis gelar doktor adalah dengan menambahkannya sebelum nama. Contoh Dr. Budi Burhanudin, Begitulah contoh penulisan nama dan gelar yang benar menurut EYD. Perlu dipelajari nih, Sobat. Jangan sampai kita salah menuliskan gelar akademik karena gelar tersebut menunjukkan sebutan profesional seseorang. Terus, apa sebutan profesional yang kamu impikan bakal nempel di namamu, Sobat Pintar?
Fauzan Anjar Wibawa Follow As civil/structural designer at oil and gas fabrication company, he loved to share articles about his job. April 29, 2021 Sebagian mungkin bertanya, mengapa beberapa orang tua dari kita memiliki gelar insinyur atau ? apakah semua dari jurusan teknik sipil ? Lantas apakah gelar sarjana teknik sipil ? Sebelum tahun 1993 hanya ada 3 gelar yang dicantumkan dinama yaitu Ir. atau insinyur, Dr. atau Doktorandus dan Dra atau Doktoranda. Namum semakin terpecahnya dan banyaknya jurusan, maka lebih dispesifikasikan lagi gelar sarjana termasuk teknik sipil. Gelar sarjana teknik sipil hanya bisa diberikan oleh universitas, sedangkan untuk politeknik tidak tersedia jurusan teknik sipil. Khusus untuk politeknik, lulusan D4 yang setara S1 sebelumnya memiliki gelar atau Sarjana Sains Terapan dan sekarang berubah menjadi atau Sarjana Sains Terapan diikuti prodi masing-masing. Daftar isi1 Apakah D3 Bisa Melanjutkan Sarjana Teknik Sipil ?2 Gelar Sarjana Teknik GELAR D3 TEKNIK GELAR SARJANA S1 TEKNIK GELAR SARJANA S2 TEKNIK GELAR DOKTOR S3 TEKNIK GELAR INSINYUR TEKNIK SIPIL Apakah D3 Bisa Melanjutkan Sarjana Teknik Sipil ? D3 dari universitas maupun universitas atau politeknik bisa melanjutkan ke tingkat sarjana teknik sipil asal tetap dalam satu program studi teknik baik itu teknik sipil, teknik lingkungan, teknik mesin, teknik kimia atau teknik industri. Bagi yang ingin masuk ke jenjang lebih tinggi dan ingin mengetahui gelar sarjana teknik sipil, berikut ulasannya. Gelar Sarjana Teknik Sipil GELAR D3 TEKNIK SIPIL Ahli MadyaPenyematan gelar dibelakang nama, contoh = Fauzan Anjar, D3 teknik sipil didapatkan setelah minimal menyelesaikan masa perkuliahan 3 tahun atau 6 semester. GELAR SARJANA S1 TEKNIK SIPIL = Sarjana TeknikPenyematan gelar dibelakang nama, contoh = Fauzan Anjar, sarjana S1 teknik sipil di dapatkan setelah minimal menyelesaikan masa perkuliahan 4 tahun atau 8 semester. Jika berasal dari lanjut jenjang D3, jika sebelumnya maka GELAR akan berubah menjadi , GELAR SARJANA S2 TEKNIK SIPIL = Magister TeknikPenyematan gelar dibelakang nama. Jika berasal dari jurusan yang sama hanya mencantumkan satu gelar sarjana S2 teknik sipil saja. Contoh Fauzan Anjar, Sedangkan lintas prodi maka 2 gelar tetap dicantumkan. Misalkan S1 teknik mesin dan S2 teknik sipil, contoh Fauzan Anjar, sarjana S2 teknik sipil didapatkan setelah minimal menyelesaikan masa perkuliahan 2 tahun atau 4 semester. GELAR DOKTOR S3 TEKNIK SIPIL Dr. = DoktorPenyematan gelar sebelum nama dan diikuti gelar S2 Dan S1 jika lintas jurusan. Contoh = Dr. Fauzan Anjar, atau Dr. Fauzan Anjar, doktor S3 teknik sipil didapatkan minimal menyelesaikan masa perkuliahan 3 tahun atau 6 semester. GELAR INSINYUR TEKNIK SIPIL Saat ini gelar insinyur bukanlah gelar akademis melainkan gelar profesi. Untuk mendapatkan gelar insinyur harus mengikuti uji kompetensi atau sertifikasi yang di adakan oleh organisasi PII Persatuan Insinyur Indonesia. Jadi, jika dulu ada orang tua kita yang dari jurusan peternakan mendapatkan gelar Ir. atau insinyur, maka saat ini sudah tidak ada lagi. Untuk penulisan atau pembacaan gelar sering kali diremehkan, Padahal beberapa orang yang memiliki arti penting didalamnya. Untuk mendapatkannya bukanlah hal yang mudah dan berbagai proses yang susah telah dilewatinya. Gelar atau title merupakan sebuah penghormatan yang disandingkan didepan atau disebelah nama. Hal ini menandakan bahwa seseorang tersebut ahli dalam bidang tersebut. Mungkin beberapa dari kalian ada yang masih bingung untuk penulisan gelar ST MT dibelakang nama semoga terjawab. Fauzan Anjar Wibawa Follow As civil/structural designer at oil and gas fabrication company, he loved to share articles about his job.
Sejarah Program Studi D3 Teknik Komputer berdiri pada tahun 2007. Prodi ini adalah salah satu program studi dibawah naungan Politeknik Telkom bersama 3 program studi D3 Manajemen Informatika, D3 Komputerisasi Akuntansi, dan D3 Perhotelan. Pada tahun 2013 Politeknik Telkom, Institut Teknologi Telkom, Institut Manajemen Telkom, dan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia Telkom melebur menjadi Universitas Telkom berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor270/E/O/2013 tanggal 17 Juli 2013 dan Nomor309/E/O/2013 tanggal 14 Agustus 2013. Sebagai salah satu Program Studi di Universitas Telkom, D3 Teknik Komputer menjalankan visi institusi menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang berperan aktid dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan seni berbasis teknologi informasi. Untuk mencapai visi tersebut, D3 Teknik Komputer membuat tujuan yang harus dicapai berdasarkan rencana strategis institusi governance excellence, academic management excellence, academic resources excellence dan academic quality excellence. Akreditasi Berdasarkan Keputusan BAN-PT No. 1149/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/XI/2015, saat ini Program Studi D3 Teknik Komputer mendapatkan akreditasi A. Deskripsi Program Studi Teknik Komputer menyiapkan peserta didikmahasiswa untuk siap bekerja. Mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan yang mendukung ketika mahasiswa tersebut lulus dalam menghadapi dunia kerja. Kompetensi lulusan Program Studi Teknik Komputer berorientasi pada pemenuhan kebutuhan yang ada di masyarakat. Selain belajar di lingkungan kampus, mahasiswa Program Studi Teknik Komputer mendapatkan kesempatan atau pengalaman untuk bekerja di perusahaan dalam bentuk Kerja Praktek dan Magang. Program Studi D3 Teknik Komputer memberikan materi yang berkaitan dengan pengembangan jaringan computer di suatu organisasi atau perusahaan. Selain mampu membangun jaringan, mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk membangun embedded system hardware maupun software. Untuk melengkapi kemampuan yang telah didapatkan, mahasiswa juga dibekali pengembngan karakter dalam pengembangan profesionalisme. Masa Studi normal adalah 6 semester 3 tahun dengan maksimal 4 tahun. Mahasiswa diharuskan menyelesaikan 111 SKS dengan rata-rata 20 SKS per semester untuk lulus. Pada akhir semester 4 akan dilaksanakan Kerja Praktek di industry selama 1,5 bulan dan pada semester 6 akan dilaksanakan magang selama 6 bulan di industry. Profil Lulusan No Profil Lulusan Deskripsi 1 Network Engineer Bidang pekerjaan yang bertanggung jawab atas implementasi, pemeliharaan, dan mengembangkan jaringan computer dalam suatu organisasi. 2 Embedded System Engineer Bidang pekerjaan yang bertanggung jawab untuk mengembangkan hardware dan software untuk mendukung sistem besar seperti sistem jaringan computer Lulusan prodi ini mendapat gelar ahli madya Capaian Pembelajaran Berikut adalah Capaian Pembelajaran D3 Teknik Komputer SIKAP 1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki moral, etika dan Kepribadian yang baik dalam menyelesaikan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. 2. Berkepribadian dan akhlak yang baik, professional, bertanggung jawab, peka terhadap masalah sosial dan memiliki etika profesi. 3. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki kepedulian sosial serta mendukung perdamaian dunia. 4. Mampu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, berprilaku etis, professional, memiliki integritas moral dan kemampuan intelektual, komunikatif dan aspiratif dalam pencapaian hasil kerja pada berbagai organisasi. 5. Mampu bertanggung jawab atas tugas yang diberikan, berprilaku etis, professional, memiliki integritas moral dan kemampuan intelektual, komunikatif dan aspiratif dalam pencapaian hasil kerja pada berbagai organisasi. 6. Mampu untuk belajar secara mandiri seumur hidup, dan bersifat terbuka kepada perkembangan baru. PENGUASAAN PENGETAHUAN 1. Memiliki pengetahuan tentang teknologi ICT yang terkait dengan sistem komputer dan jaringan. 2. Memiliki pengetahuan mengenai dasar logika pemrograman beserta penerapannya dalam membangun sistem. 3. Memiliki pengetahuan umum tentang rangkaian elektronika analog dan digital. KETERAMPILAN UMUM 4. Mampu mengimplementasikan, mengevaluasi, dan memecahkan masalah pada jaringan komputer dan embedded system dengan beragam metode yang sesuai, baik yang belum maupun yang sudah baku dan dapat menunjukkan kinerja bermutu dan terukur yang didasarkan pada pemikiran logis, inovatif dan bertanggung jawab atas hasilnya secara Mampu menyusun laporan hasil dan proses kerja secara akurat dan sahih serta mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan, dan menemukan kembali data untuk mencegah plagiasi. 6. Mampu bekerja sama, bertanggungjawab atas pencapaian hasil, melakukan proses evaluasi diri dan mengelola pengembangan kompetensi baik secara mandiri maupun kelompok. KETERAMPILAN KHUSUS 7. Memiliki kemampuan untuk membangun, mengimplementasikan dan memelihara jaringan komputer. 8. Memiliki kemampuan untuk membangun, mengimplementasikan dan memelihara sistem server. 9. Memiliki kemampuan untuk membangun sistem / aplikasi yang terkait dengan embedded sistem. WordPress Theme by C CactusThemes
gelar untuk d3 teknik